Kapanlagi.com - Setelah 5 tahun vakum, System of A Down (SoAD) nampaknya akan kembali akan menghibur penggemarnya yang telah lama menanti-nanti datangnya rencana ini. Seperti dilansir dari music-news.com dikabarkan bahwa mereka akan konsernya pada bulan Juni 2011 nanti.
Berita ini sendiri diperoleh dari situs The Gibson Guitars yang juga mengutip dari sebuah blog radio Perancis yang mengklaim bahwa band ini akan bermain di Paris pada bulan Juni tahun depan. Blog ini sendiri dijalankan oleh Francis Zacgut yang mana dia sebagai pemandu acara musik pop rock di RTL2 Radio di Perancis.
Francis menuliskan bahwa SoAD akan tampil di Palais Omnisports de Paris - Bercy yang mana adalah arena acara yang akan segera menjadi tuan rumah dari pertunjukan Lady GaGa, Sade, Justin Bieber dan Iron Maiden. Namun berita akan tampilnya SoAD belum ada hingga sekarang.
Hingga sampai sekarang berita kebenaran bahwa SoAD akan reuni kembali masih simpang siur. Sedangkan dari pihak band belum memberikan kabar yang jelas.
Dikutip dari :
http://musik.kapanlagi.com/berita/system-of-a-down-reuni.html
Death Cab For Cutie: 'NARROW STAIRS,' Akan Merasuki Hatimu
NARROW STAIRS merupakan karya yang berbeda dari album-album Death Cab For Cutie sebelumnya. Ben Gibbard Cs kali ini mengusung tema yang suram dan sedikit gelap dibandingkan karyanya yang terlebih dahulu. Suasana musik yang sedikit muram dan di awal-awal lagu tertangkap jelas namun dengan satu tujuan yang jelas yang akan langsung menusuk ke jantung kita.
Aransemen semakin padat dengan bunyi-bunyian yang aneh dari instrumen tambahan seperti seruling, synthesizer, cello dan lain-lainnya yang dihasilkan dari Chris Walla yang selalu siap menyajikan instrumen yang aneh namun terasa pas didengar.
Bahkan mereka juga memasukkan tabla (kendang India) di awal lagu Pity and Fear. Sayang sekali petikan gitar masih kurang terasa dengan musik ala India dan masih kental dengan gitar listrik. Di saat kita tengah dilambungkan oleh lagu ini tiba-tiba kita akan tersentak di bagian ending yang sengaja di potong secara langsung, seakan kita terbang ke awan di tiba-tiba langsung jatuh menghujam.
Beberapa part lagu terdengar mengambang dan terkadang dan beberapa lagu terlihat kalem dan sedikit menghentak. Mereka juga mencampurkan unsur jazz dan folky di aransemennya, mungkin jika kita samakan dengan band sekarang mungkin mirip dengan Arcade Fire.
Simak I Will Posses Your Heart sebuah track yang lamat-lamat akan menaikkan sisi emosional kita saat menghayati lagu ini. Betotan bass yang ditunning low dengan ketukan drum yang mendominasi dan dinamis, di sisipi dengan synthesizer dan petikan gitar yang menciptakan efek suasana tersendiri. Dentingan piano juga tak kalah mendramatisir lagu ini. Tenang, pelan dan menghanyutkan.
Di beberapa track lainnya masih terasa sekali musikualitas indie rock ala Death Cab For Cutie sewaktu masih di indie. Meskipun mereka sign up dengan major untuk label dan distribusinya, Death Cab tetap mempertahankan musiknya.
Tracklist:
1. Bixby Canyon Bridge
2. I Will Posses Your Heart
3. No Sunlight
4. Cath
5. Talking Bird
6. You Can Do Better Than Me
7. Grapevine Fires
8. Your New Twin Sized Bed
9. Long Divison
10. Pity and Fear
11. The Ice is Getting Thinner
Dikutip dari :
http://musik.kapanlagi.com/resensi/internasional/death-cab-for-cutie-narrow-stairs-akan-merasuki-hatimu.html
Aransemen semakin padat dengan bunyi-bunyian yang aneh dari instrumen tambahan seperti seruling, synthesizer, cello dan lain-lainnya yang dihasilkan dari Chris Walla yang selalu siap menyajikan instrumen yang aneh namun terasa pas didengar.
Bahkan mereka juga memasukkan tabla (kendang India) di awal lagu Pity and Fear. Sayang sekali petikan gitar masih kurang terasa dengan musik ala India dan masih kental dengan gitar listrik. Di saat kita tengah dilambungkan oleh lagu ini tiba-tiba kita akan tersentak di bagian ending yang sengaja di potong secara langsung, seakan kita terbang ke awan di tiba-tiba langsung jatuh menghujam.
Beberapa part lagu terdengar mengambang dan terkadang dan beberapa lagu terlihat kalem dan sedikit menghentak. Mereka juga mencampurkan unsur jazz dan folky di aransemennya, mungkin jika kita samakan dengan band sekarang mungkin mirip dengan Arcade Fire.
Simak I Will Posses Your Heart sebuah track yang lamat-lamat akan menaikkan sisi emosional kita saat menghayati lagu ini. Betotan bass yang ditunning low dengan ketukan drum yang mendominasi dan dinamis, di sisipi dengan synthesizer dan petikan gitar yang menciptakan efek suasana tersendiri. Dentingan piano juga tak kalah mendramatisir lagu ini. Tenang, pelan dan menghanyutkan.
Di beberapa track lainnya masih terasa sekali musikualitas indie rock ala Death Cab For Cutie sewaktu masih di indie. Meskipun mereka sign up dengan major untuk label dan distribusinya, Death Cab tetap mempertahankan musiknya.
Tracklist:
1. Bixby Canyon Bridge
2. I Will Posses Your Heart
3. No Sunlight
4. Cath
5. Talking Bird
6. You Can Do Better Than Me
7. Grapevine Fires
8. Your New Twin Sized Bed
9. Long Divison
10. Pity and Fear
11. The Ice is Getting Thinner
Dikutip dari :
http://musik.kapanlagi.com/resensi/internasional/death-cab-for-cutie-narrow-stairs-akan-merasuki-hatimu.html
Holocaust
Holocaust (dari bahasa Yunani: holokauston yang berarti "persembahan pengorbanan yang terbakar sepenuhnya") adalah genosida sistematis yang dilakukan Jerman Nazi terhadap berbagai kelompok etnis, keagamaan, bangsa, dan sekuler pada masa Perang Dunia II.
Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai "Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi". Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi. Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi "tidak disukai" antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah's Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom atau Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.
Nama Holocaust berasal dari kata Yunani yang digunakan dalam Alkitab, yang berarti persembahan bakaran yang utuh. (Ibrani 10:6) Namun sehubungan dengan artikel ini, “Holocaust adalah penganiayaan dan pemusnahan orang Eropa keturunan Yahudi secara sistematis dan yang disponsori negara Jerman Nazi dan sekutu-sekutunya antara tahun 1933-1945.
Dikutip Dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Holocaust
Bangsa Yahudi di Eropa merupakan korban-korban utama dalam Holocaust, yang disebut kaum Nazi sebagai "Penyelesaian Terakhir Terhadap Masalah Yahudi". Jumlah korban Yahudi umumnya dikatakan mencapai enam juta jiwa. Genosida ini yang diciptakan Adolf Hitler dilaksanakan, antara lain, dengan tembakan-tembakan, penyiksaan, dan gas racun, di kampung Yahudi dan Kamp konsentrasi. Selain kaum Yahudi, kelompok-kelompok lainnya yang dianggap kaum Nazi "tidak disukai" antara lain adalah bangsa Polandia, Rusia, suku Slavia lainnya, penganut agama Katolik Roma, orang-orang cacat, orang cacat mental, homoseksual, Saksi-Saksi Yehuwa (Jehovah's Witnesses), orang komunis, suku Gipsi (Orang Rom atau Sinti) dan lawan-lawan politik. Mereka juga ditangkap dan dibunuh. Jika turut menghitung kelompok-kelompok ini dan kaum Yahudi juga, maka jumlah korban Holocaust bisa mencapai 9-11 juta jiwa.
Nama Holocaust berasal dari kata Yunani yang digunakan dalam Alkitab, yang berarti persembahan bakaran yang utuh. (Ibrani 10:6) Namun sehubungan dengan artikel ini, “Holocaust adalah penganiayaan dan pemusnahan orang Eropa keturunan Yahudi secara sistematis dan yang disponsori negara Jerman Nazi dan sekutu-sekutunya antara tahun 1933-1945.
Dikutip Dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Holocaust
Sejarah Tentang Penemuan Lambang Burung Garuda
Garuda merupakan lambang Negara Indonesia, hampir semua orang tahu itu. Namun hanya sebagian orang saja yang mengetahui siapa penemunya dan bagaimana kisah hingga menjadi lambang kebanggaan negara ini.
Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dia lah Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin.
Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Dikutip dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5840572
Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara.Dia lah Sultan Hamid II yang berasal dari Pontianak.
Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah.
Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin.
Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu. Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”.
Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Dikutip dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5840572
Film Ketiga Narnia Dirilis Musim Dingin 2010
Perusahan film 20th Century Fox dan Walden Media, akhirnya mengumumkan secara resmi bahwa film ketiga Narnia, The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, akan dirilis pada musim dingin tahun 2010. Di Amerika, film Narnia, diharapkan bisa diputar di bioskop-bioskop pada 10 Desember 2010.
Pengumuman tersebut sekaligus menjawab kesimpangsiuran informasi yang belakangan beredar kencang. The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, penggarapannya dipercayakan kepada sutradara Michael Apted. Sementara, untuk penulisan skenario akan digarap Michael Petroni.
Bintang-bintang seperti Ben Barnes, Skandar Keynes dan Georgie Henley (yang tampil memerankan Prince Caspian), Edmund dan Lucy, akan kembali memperkuat film tersebut bersama aktor Will Poulter, yang dipercaya memerankan tokoh Eustace Clarence Scrubb.
Ambisi 20th Century Fox untuk menggarap film ketiga Narnia lebih mengigit, cukuplah beralasan. Mengingat film kedua Narnia, The Chronicles of Narnia: Prince Caspian, kurang begitu sukses menandingi film pertamanya The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch and The Wardrobe, dalam perolehan pendapatannya. Film kedua Narnia hanya mampu meraih pendapatan sebesar 141,2 juta dollar AS, sementara film pertama Narnia, yang dirilis Desember 2005 lalu mampu meraih pendapatan sebesar 291,7 juta dollar AS.
Dalam film ketiganya ini, dikisahkan Lucy dan Edmund Pevensie akan melakukan perjalanan ketiganya ke Narnia. Kali ini, ditemani oleh sepupu mereka Eustace. Mereka bertemu dengan Prince Caspian dalam perjalanan melintas lautan. Dari sinilah petualang mereka sebenarnya dimulai. Berbagai rintangan harus mereka hadapi, dari mulai bertemu naga ganas hingga bertempur dengan para serdadu kejam.
Dikutip dari :
http://www.filmpendek.com/old/seleb/film-ketiga-narnia-dirilis-musim-dingin-2010.html
Pengumuman tersebut sekaligus menjawab kesimpangsiuran informasi yang belakangan beredar kencang. The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, penggarapannya dipercayakan kepada sutradara Michael Apted. Sementara, untuk penulisan skenario akan digarap Michael Petroni.
Bintang-bintang seperti Ben Barnes, Skandar Keynes dan Georgie Henley (yang tampil memerankan Prince Caspian), Edmund dan Lucy, akan kembali memperkuat film tersebut bersama aktor Will Poulter, yang dipercaya memerankan tokoh Eustace Clarence Scrubb.
Ambisi 20th Century Fox untuk menggarap film ketiga Narnia lebih mengigit, cukuplah beralasan. Mengingat film kedua Narnia, The Chronicles of Narnia: Prince Caspian, kurang begitu sukses menandingi film pertamanya The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch and The Wardrobe, dalam perolehan pendapatannya. Film kedua Narnia hanya mampu meraih pendapatan sebesar 141,2 juta dollar AS, sementara film pertama Narnia, yang dirilis Desember 2005 lalu mampu meraih pendapatan sebesar 291,7 juta dollar AS.
Dalam film ketiganya ini, dikisahkan Lucy dan Edmund Pevensie akan melakukan perjalanan ketiganya ke Narnia. Kali ini, ditemani oleh sepupu mereka Eustace. Mereka bertemu dengan Prince Caspian dalam perjalanan melintas lautan. Dari sinilah petualang mereka sebenarnya dimulai. Berbagai rintangan harus mereka hadapi, dari mulai bertemu naga ganas hingga bertempur dengan para serdadu kejam.
Dikutip dari :
http://www.filmpendek.com/old/seleb/film-ketiga-narnia-dirilis-musim-dingin-2010.html
Dahulu Namanya Jalan ke Menteng.
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria kulit putih menyambut para peserta Jakarta Heritage Trials: Menjelajahi Kota Taman Pertama di Nusantara di rumahnya, Jalan Muhammad Yamin 37, Menteng, Jakarta Pusat. Dengan sapaan berbahasa Indonesia, ia mengajak setiap kelompok peserta tur masuk ke dalam rumah besarnya.
"Eh, anak kecil! Kamu ke sini supaya bisa dilihat," pinta Adolf Heuken, pria Jerman yang adalah periset sejarah kolonial Kota Jakarta kepada salah seorang anak di ruang tamu rumahnya, Minggu (28/11/2010).
Lelaki kelahiran 17 juli 1929 di Coesfeld, Jerman bagian utara ini tinggal di Jakarta sejak tahun 1963. Heuken yang seorang pastur ini ditugaskan untuk menjadi penulis di sebuah penerbitan bernama Cipta Loka Caraka.
Heuken menuturkan, sebelum tahun 1910 Menteng merupakan area ladang, perkebunan dan rawa-rawa. Pemerintah Kolonial Belanda kemudian membangun sejumlah rumah untuk kalangan pejabat pemerintahan.
"Di sini, juga dibangun Kali Menteng sebagai saluran yang mengalirkan air antara Kali Ciliwung dan Kali Cideng. Saluran air ini membatasi dua wilayah antara Gondangdia di utara dan Menteng di selatan. Tapi, sekarang kedua wilayah itu disatukan jadi satu, Menteng," ungkapnya.
"Malahan, itu jalan raya di depan Kanisius, PP Muhammadiyah dan Gedung Juang '45, namanya bukan Jalan Menteng Raya, tapi dulunya Jalan ke Menteng," imbuh Heuken yang rambutnya sudah beruban itu.
Heuken sudah menulis segala hal tentang tempat-tempat Jakarta yang dibukukan dalam buku Historical Sites in Jakarta yang sudah dijual di sejumlah toko buku besar. Ia juga menulis buku soal Menteng yang memang dirancang sebagai kota taman pertama di Indonesia.
Dikutip dari : www.KOMPAS.com
"Eh, anak kecil! Kamu ke sini supaya bisa dilihat," pinta Adolf Heuken, pria Jerman yang adalah periset sejarah kolonial Kota Jakarta kepada salah seorang anak di ruang tamu rumahnya, Minggu (28/11/2010).
Lelaki kelahiran 17 juli 1929 di Coesfeld, Jerman bagian utara ini tinggal di Jakarta sejak tahun 1963. Heuken yang seorang pastur ini ditugaskan untuk menjadi penulis di sebuah penerbitan bernama Cipta Loka Caraka.
Heuken menuturkan, sebelum tahun 1910 Menteng merupakan area ladang, perkebunan dan rawa-rawa. Pemerintah Kolonial Belanda kemudian membangun sejumlah rumah untuk kalangan pejabat pemerintahan.
"Di sini, juga dibangun Kali Menteng sebagai saluran yang mengalirkan air antara Kali Ciliwung dan Kali Cideng. Saluran air ini membatasi dua wilayah antara Gondangdia di utara dan Menteng di selatan. Tapi, sekarang kedua wilayah itu disatukan jadi satu, Menteng," ungkapnya.
"Malahan, itu jalan raya di depan Kanisius, PP Muhammadiyah dan Gedung Juang '45, namanya bukan Jalan Menteng Raya, tapi dulunya Jalan ke Menteng," imbuh Heuken yang rambutnya sudah beruban itu.
Heuken sudah menulis segala hal tentang tempat-tempat Jakarta yang dibukukan dalam buku Historical Sites in Jakarta yang sudah dijual di sejumlah toko buku besar. Ia juga menulis buku soal Menteng yang memang dirancang sebagai kota taman pertama di Indonesia.
Dikutip dari : www.KOMPAS.com
Teknologi Baru Buat eBook Ramah Lingkungan
Jakarta - Suatu hari nanti, eBook atau buku elektronik seperti Kindle mungkin saja bisa menjadi barang sekali pakai dan dapat didaur ulang, sehingga lebih ramah lingkungan. Ini berkat penemuan seorang profesor bidang elektro di University of Cincinnati.
Dr Andrew Steckl demikian nama profesor tersebut menemukan bahwa dalam hal kemampuan materi, bahan kertas sebenarnya sangat mirip dengan kaca atau gelas.
Dilansir PC World dan dikutip detikINET, Jumat (26/11/2010), Steckl menggunakan proses yang dinamakan electrowetting, yakni menambahkan medan listrik ke tetesan tinta warna. Ini merupakan sebuah variasi teknologi yang digunakan pada kebanyakan layar e-ink atau tinta elektronik saat ini.
Setelah mendemonstrasikan penemuannya, Steckl memprediksi teknologi ini akan membuat layar e-Book lebih berwarna. Bagaimana pun, dikatakan Steckl hanya kertas jenis tertentu yang telah terbukti bisa menggunakan teknik seperti ini.
Menurut Steckl, dampak temuannya terhadap kertas bisa sangat besar. Tak hanya membuat pembaca lebih mudah untuk menyimpannya karena eBook menghemat tempat, tetapi juga murah dan ramah ingkungan.
Steckl saat ini tengah mencari investor komersial untuk mengembangkan teknologi temuannya lebih jauh lagi. Dia berharap bisa menghadirkan teknologi ini ke konsumen setidaknya tiga tahun lagi.
Dikutip dari : www.detikinet.com
Dr Andrew Steckl demikian nama profesor tersebut menemukan bahwa dalam hal kemampuan materi, bahan kertas sebenarnya sangat mirip dengan kaca atau gelas.
Dilansir PC World dan dikutip detikINET, Jumat (26/11/2010), Steckl menggunakan proses yang dinamakan electrowetting, yakni menambahkan medan listrik ke tetesan tinta warna. Ini merupakan sebuah variasi teknologi yang digunakan pada kebanyakan layar e-ink atau tinta elektronik saat ini.
Setelah mendemonstrasikan penemuannya, Steckl memprediksi teknologi ini akan membuat layar e-Book lebih berwarna. Bagaimana pun, dikatakan Steckl hanya kertas jenis tertentu yang telah terbukti bisa menggunakan teknik seperti ini.
Menurut Steckl, dampak temuannya terhadap kertas bisa sangat besar. Tak hanya membuat pembaca lebih mudah untuk menyimpannya karena eBook menghemat tempat, tetapi juga murah dan ramah ingkungan.
Steckl saat ini tengah mencari investor komersial untuk mengembangkan teknologi temuannya lebih jauh lagi. Dia berharap bisa menghadirkan teknologi ini ke konsumen setidaknya tiga tahun lagi.
Dikutip dari : www.detikinet.com
Langganan:
Postingan (Atom)